Pages

Rabu, Desember 03, 2008

Siapa Paling Jelek?


Ada suatu kisah seorang santri yang menuntut ilmu pada seorang Kyai. Bertahun-tahun telah ia lewati hingga sampai pada suatu ujian terakhir. Ia menghadap Kyai untuk ujian tersebut. "Hai Fulan, kau telah menempuh semua tahapan belajar dan tinggal satu ujian, kalau kamu bisa menjawab berarti kamu lulus.", kata Kyai.

"Baik pak Kyai, apa pertanyaannya?"
"Kamu cari orang atau makhluk yang lebih jelek dari kamu, kamu aku beri waktu tiga hari.", jawab Kyai.
Akhirnya santri tersebut meninggalkan pondok untuk melaksanakan tugas dan mencari jawaban atas pertanyaan Kyai-nya.

Hari pertama, sang santri bertemu dengan si Polan pemabuk berat yang dapat dikatakan hampir tiap hari mabuk-mabukan. Santri berkata dalam hati, "Inilah orang yang lebih jelek dari saya. Aku telah beribadah puluhan tahun sedang dia mabuk-mabukan terus." Tetapi sesampai ia di rumah, timbul pikirannya. "Belum tentu, sekarang Polan mabuk-mabukan siapa tahu pada akhir hayatnya Allah SWT memberi Hidayah (petunjuk) dan dia Khusnul Khotimah. Dan aku sekarang baik banyak ibadah tetapi pada akhir hayat di kehendaki Suul Khotimah, bagaimana? Dia belum tentu lebih jelek dari saya.

Hari kedua, santri jalan keluar rumah dan ketemu dengan seekor anjing yang menjijikkan rupanya, sudah bulunya kusut, kudisan dan sebagainya. Santri bergumam, "Ketemu sekarang yang lebih jelek dari aku. Anjing ini sudah haram dimakan, kudisan, jelek lagi." Santri gembira karena telah dapat jawaban atas pertanyaan gurunya. Waktu akan tidur sehabis 'Isya, dia merenung, "Anjing itu kalau mati, habis perkara dia. Dia tidak dimintai tanggung jawab atas perbuatannya oleh Allah, sedangkan aku akan dimintai pertanggung jawaban yang sangat berat. Kalau aku berbuat banyak dosa akan masuk neraka. Aku tidak lebih baik dari anjing itu."

Hari ketiga akhirnya santri menghadap Kyai. Kyai bertanya, "Sudah dapat jawabannya muridku?"
"Sudah guru", santri menjawab. "Ternyata orang yang paling jelek adalah saya guru."
Sang Kyai tersenyum, "Kamu aku nyatakan lulus."

******************************
Selama kita masih sama-sama hidup kita tidak boleh sombong/merasa lebih baik dari orang/makhluk lain. Yang berhak sombong adalah Allah SWT. Karena kita tidak tahu bagaimana akhir hidup kita nanti. Dengan demikian maka kita akan belajar berprasangka baik kepada orang/mahkluk lain yang sama-sama ciptaan Allah SWT. (hudianto)

Source gambar :
http://blogs.marinij.com/katwilder/2008/08/a_home_for_the_homely.html

8 komentar:

Rahim Rasyid mengatakan...

kesombongan adalah sumber kehancuran.

Cebong Ipiet mengatakan...

sudah seharusnya lah rendah hati

Rahim Rasyid mengatakan...

thanks dah mampir ke blog saya..

isinya memang puisi semua mbak, alnya malas mau nulis panjang2. dengan puisi, saya nulis semua yang saya rasakan....

yah itung2 orang yang ngebaca berfantasi sendiri dengan pikirannya tentang isi puisi itu

Anang mengatakan...

saya paling jelek....

jUnE0u mengatakan...

wuah it's totally brainstorming..
btw i hev nu post 'bout launching my nu site!

Gilang Kinasihan mengatakan...

subhanallah... jadi orang terjelek adalah saya mbak *mellow mode ON*

Sarahsita mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Sarahsita mengatakan...

(uurgh, td error gt internetnya, maap yak!).
dear ella (atau mbak ella? enaknya apa nih? hhe),
setuju BGT, we're all same, we have many purposes n weaknesses given by Allah. there's no reason 2 exploit others, or under-estimate them (others). we cant look them just in 1 side, we've 2 look the whole side of them (and everything in this planet!). we're born to be loved, n to spread the love. (haaah, pagi2 udah blaga bijak ni gw, hakhak!)
oia, gpp ko, hihihi, tenang aja ma men!
utk kategori, itu sm kayak label (yg ella udah ada skrng itu tuh), cuma kbetulan aku bedain namanya, diubah jd 'categories'.
utk bikin supaya ada di side bar nya, ke menu customize (atau kostumisasi), trus tambah gadgetnya, trus pilih label.. jreeeng, akan muncul deh tuh di side barnya, kategori2 yg ella mau, ok! selamat mencoba.. (klo blm sukses, kabarin aja, heheh!)