Pages

Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Kamis, Juli 23, 2009

Cinta Tanpa Syarat

Halooooo semuanyaaaa...ella kembali hehhehhe......ga tahan gw lama2 jauh dari kalian semuaa...kangeeeeeennnn ^_^

Ella kembali sambil membawa senyuman dan sedikit pencerahan buat semuanyaaa heehhehe. Barusan buka situs kotasantri, dah lama ga berkunjung kesini....baca artikel yang bagus menurut ella....makanya pengen sharing nih artikelnya...judulnya "Cinta Tanpa Syarat"

Penulis : Eko Prasetyo
Alkisah, ada seorang pemuda yang dikirim ke medan perang. Dia prajurit muda. Setelah sekian lama bertempur, dia akhirnya diperbolehkan pulang. Sebelum kembali ke rumahnya, pemuda itu menelepon kedua orangtuanya terlebih dahulu.

”Ibu, Ayah, aku sedang menuju pulang. Tapi, sebelum sampai, aku ingin menanyakan satu hal. Aku punya seorang teman yang ingin kubawa pulang bersamaku. Bolehkah?”

”Tentu. Kami sangat senang bertemu dengan temanmu itu,” jawab kedua orangtuanya.

“Tapi, ada satu hal yang harus Ibu dan Ayah ketahui. Temanku ini sedang terluka akibat perang. Dia kehilangan satu kaki dan satu tangannya. Dia tak tahu ke mana harus pulang. Aku ingin dia tinggal bersama kita,” ujar sang pemuda.

“Kasihan sekali. Mungkin kita bisa mencarikan tempat untuk temanmu tersebut,” tutur kedua orangtua pemuda itu.

“Tidak. Aku ingin dia tinggal bersama kita,” tegas si pemuda.

“Anakku, kamu tak tahu apa yang sedang kamu minta. Seorang yang cacat akan menjadi beban bagi kita. Kita punya kehidupan sendiri. Dan sesuatu seperti ini tidak bisa mencampuri kehidupan kita,” jawab ayah pemuda itu.

“Menurut Ayah, sebaiknya kamu pulang dan lupakan saja temanmu itu. Dia pasti menemukan cara sendiri untuk hidup,” lanjut sang ayah.

Prajurit muda itu terdiam sejenak. Lalu, dia menutup telepon.

Beberapa hari kemudian, ayah dan ibu prajurit muda tersebut mendapatkan kabar dari polisi bahwa ada seorang pemuda yang bunuh diri dengan cara melompat dari puncak gedung. Berdasar identitasnya, diketahui bahwa pemuda itu adalah anak lelaki mereka.

Dengan perasaan duka dan sedih, kedua orangtua itu datang ke tempat kejadian perkara untuk memastikan kabar itu. Ketika berada di dekat jenazah, kedua orangtua tersebut yakin bahwa jasad lelaki itu adalah putra mereka.

Namun, yang membuat mereka sangat terkejut adalah jenazah itu hanya memiliki satu tangan dan satu kaki.

--------------------
Sering kali, tanpa kita sadari, kita kerap terpesona oleh penampilan luar seseorang. Ada seorang guru yang hanya suka terhadap murid yang pintar. Bahkan, ada seseorang yang hanya menghormati orang yang cantik, tampan, kaya, dan segala sesuatu yang bagus-bagus saja.

Berapa banyak kata cinta yang terlontar dan kita dengar dalam sehari? Kata cinta dapat dengan mudah kita jumpai di majalah, surat kabar, televisi, radio, atau ponsel. Kata cinta juga gampang dijumpai di rumah, tempat umum, rumah sakit, atau diari sekalipun.

Mudah saja seorang pria mengucapkan kata cinta kepada gadis yang cantik rupawan. Mudah saja seorang ibu mengucapkan cinta kepada anak yang lucu menggemaskan. Mudah saja seorang guru bilang cinta kepada murid yang rajin dan pintar. Mudah saja seorang bos menuturkan cinta kepada anak buah yang produktif dan kinerjanya baik.

Namun, mudahkah kita mengucapkan cinta kepada seseorang yang tak secantik, serupawan, selucu, sepintar, dan serajin yang kita bayangkan? Apakah seorang pria akan tetap mengutarakan cinta apabila si gadis tak lagi cantik dan memesona? Apakah seorang guru tetap mengasihi jika muridnya malas dan membangkang?

Tanpa disadari, kita acapkali hanya mau mencintai dan hidup bersama orang yang sempurna di mata kita. Namun, kita tak senang hidup dengan orang yang membuat kita tidak nyaman.

Seperti kisah prajurit muda tadi, kedua orangtua itu mencintai dengan tidak tulus, harus dengan syarat. Mereka gagal dalam ujian keikhlasan.

Artikel lengkapnya disini
-------------------------------------------

ella pikir...cinta yang tulus adalah cinta karena Allah SWT.....kita menyayangi family, sahabat, pasangan, seseorang, sepatutnya dengan alasan yang tulus....bahwa kita mencintainya, menyayanginya bukan karena fisiknya, kekayaaannya, keturunan ningrat dll...tapi karena memang tulus karena Allah SWT...tulus dari hati yang paling dalam....tulus tanpa syarat....sayang dengan menerima segala kelebihan dan kekurangannya.

Kecantikan, kegantengan, kekayaan...dll semua kesempurnaan versi dunia itu ga abadi...dalam sekejap itu semua bisa hilang....tapi jika kita menyayangi sesama makhluk Tuhan karena ikhlas maka insyaAllah tetap terjaga rasa itu.....

Cinta tanpa syarat......mmm cinta yang muncul dari lubuk hati paling dalam...ikhlas munculnya....cinta karena Allah SWT.....menerima semua kelebihan n kekurangan.....

mmmmm....ada ga yaaa yang mencintai ella tanpa syarat hohohoh..... ^_^ (ngareeep hehheeh)

So....pertanyaan yang ella lempar buat semuanyaa :

Apakah cinta yang kalian miliki buat family, sahabat, pasangan, someone special....merupakan cinta tanpa syarat???????
--------------------

Kamis, Maret 05, 2009

Mencari Kehilangan....

Barusan berkunjung ke situs kotasantri....nemu artikel yang ngena bangeet untuk gw saat ini.
Oh Ya Allah... Bantu ella ngelewati semua ini
Ini nih artikelnya

Penulis Achmad Fachrie : Ada yang pernah kehilangan sesuatu? Satu hal yang pasti, kehilangan adalah hal yang tidak mengenakan. Bahkan terkadang menjadi hal yang menyakitkan. Bagaimana tidak, sesuatu yang sebelumnya biasa bersama kita, tapi ternyata sudah tidak bersama kita. Serasa meninggalkan ruang kosong yang biasanya terisi.

Mengapa kita bisa kehilangan sesuatu? Terkadang saat kita tidak menghargai sesuatu, ketika kita teledor akan apa yang kita miliki, maka pada saat itulah sesuatu menghilang, pada saat itulah terasa bahwa kita pernah memiliki sesuatu. Karena ada yang mengatakan kita tidak akan pernah merasa kehilangan, jika kita tidak pernah merasa memilikinya. Dan ketika kita sudah menyadari akan kehilangan itu, baru terlihat seberapa besar arti akan sesuatu yang kita acuhkan tersebut.


Sesuatu itu dalam arti banyak, bisa waktu, kesehatan, materi, teman, sahabat, atau pun orang-orang yang biasa mengisi hari kita. Terbiasa memberi, terbiasa membantu, lalu terlihat biasa. Ya, mereka mungkin saat ini terlihat biasa-biasa saja. Tapi justru dalam keterbiasaan itu, mereka sudah menjadi sebentuk isi yang mengisi dalam ruang-ruang diri kita, sebentuk isi yang merupakan bagian dari diri kita. Karena keterbiasaan itu, kita pun memandang semuanya adalah hal yang biasa layaknya angin lalu.

Tapi ketika Allah mencabut keterbiasaan itu. Ruang yang biasa terisi menjadi terasa kosong melompong. Lalu kita pun baru mulai mencari, mencari kehilangan. Mengapa kita baru mencari sesuatu dengan sungguh-sungguh justru saat kehilangan? Mengapa kita tak pernah menjaga sungguh-sungguh akan sesuatu justru saat bersamanya? Salah satu jawabannya mungkin karena kita tidak pernah menyadari dan menghargainya.

Terkadang Allah mengambil sesuatu dari kita, bahkan terkadang membuat kehilangan itu menancap dengan dalam, agar kita menghargai apa yang telah Allah berikan, agar kita menjaga pemberian Allah sesuai dengan ridhaNya, agar kelak kita jauh lebih baik menghargai kembali ketika diberikan hal yang sama.

Lalu, apakah kita harus menunggu kehilangan, baru mencarinya? Anda sudah tahu jawabannya.

Wallahu a'lam bishshawab.

-----------------
Setuju bangeet ma artikel ini, dengan kehilangan kita semestinya jadi lebih menghargai apa yang diberiNYA. Mungkin saat ini kita merasa sebagai orang bodoh yang telah menghilangkan sesuatu yang ternyata berharga bagi kita....TAPI....semua bisa diperbaiki....Asal kita mau n berusaha....semua bisa diperbaiki menjadi lebih baik lagi.

Senin, Januari 12, 2009

ISRAEL BIADAB !!!

Gambar2 dibawah ini yang ella search di Google...
Sudah cukup mewakili judul posting-an gw kali ini


Ternyata...tentara Israel itu pengecut sekaligus pecundang yaa....liat aja gambar di atas, beraninya ama anak kecil...dan liat donk ekspresi anak kecil itu, ga ada perasaan takut diwajahnya..... cuma perasaan bingung...ga ngerti dengan perilaku tentara gila satu itu

Rabu, Desember 03, 2008

Siapa Paling Jelek?


Ada suatu kisah seorang santri yang menuntut ilmu pada seorang Kyai. Bertahun-tahun telah ia lewati hingga sampai pada suatu ujian terakhir. Ia menghadap Kyai untuk ujian tersebut. "Hai Fulan, kau telah menempuh semua tahapan belajar dan tinggal satu ujian, kalau kamu bisa menjawab berarti kamu lulus.", kata Kyai.

"Baik pak Kyai, apa pertanyaannya?"
"Kamu cari orang atau makhluk yang lebih jelek dari kamu, kamu aku beri waktu tiga hari.", jawab Kyai.
Akhirnya santri tersebut meninggalkan pondok untuk melaksanakan tugas dan mencari jawaban atas pertanyaan Kyai-nya.

Hari pertama, sang santri bertemu dengan si Polan pemabuk berat yang dapat dikatakan hampir tiap hari mabuk-mabukan. Santri berkata dalam hati, "Inilah orang yang lebih jelek dari saya. Aku telah beribadah puluhan tahun sedang dia mabuk-mabukan terus." Tetapi sesampai ia di rumah, timbul pikirannya. "Belum tentu, sekarang Polan mabuk-mabukan siapa tahu pada akhir hayatnya Allah SWT memberi Hidayah (petunjuk) dan dia Khusnul Khotimah. Dan aku sekarang baik banyak ibadah tetapi pada akhir hayat di kehendaki Suul Khotimah, bagaimana? Dia belum tentu lebih jelek dari saya.

Hari kedua, santri jalan keluar rumah dan ketemu dengan seekor anjing yang menjijikkan rupanya, sudah bulunya kusut, kudisan dan sebagainya. Santri bergumam, "Ketemu sekarang yang lebih jelek dari aku. Anjing ini sudah haram dimakan, kudisan, jelek lagi." Santri gembira karena telah dapat jawaban atas pertanyaan gurunya. Waktu akan tidur sehabis 'Isya, dia merenung, "Anjing itu kalau mati, habis perkara dia. Dia tidak dimintai tanggung jawab atas perbuatannya oleh Allah, sedangkan aku akan dimintai pertanggung jawaban yang sangat berat. Kalau aku berbuat banyak dosa akan masuk neraka. Aku tidak lebih baik dari anjing itu."

Hari ketiga akhirnya santri menghadap Kyai. Kyai bertanya, "Sudah dapat jawabannya muridku?"
"Sudah guru", santri menjawab. "Ternyata orang yang paling jelek adalah saya guru."
Sang Kyai tersenyum, "Kamu aku nyatakan lulus."

******************************
Selama kita masih sama-sama hidup kita tidak boleh sombong/merasa lebih baik dari orang/makhluk lain. Yang berhak sombong adalah Allah SWT. Karena kita tidak tahu bagaimana akhir hidup kita nanti. Dengan demikian maka kita akan belajar berprasangka baik kepada orang/mahkluk lain yang sama-sama ciptaan Allah SWT. (hudianto)

Source gambar :
http://blogs.marinij.com/katwilder/2008/08/a_home_for_the_homely.html

Selasa, Oktober 28, 2008

Kisah Sang Katak

Walau tadi ga masuk kantor karena kram perut akibat “tamu langganan para wanita” tapi dirumah tetap musti ngerjain tugas kantor.

Tadi sore dah selesai ngerjain satu deadline walau gw rada ga puas dengan hasilnya. Entahlah merasa kurang aja…. besok musti ngejer 2 deadline lagi….. Semangaaat!!!

Sekarang…..bingung mo ngapain, jam udah mulai merangkak mendekati angka 23 WIB…. Mata belum ngantuk padahal kepala udah denyut2 kesakitan dan perut juga masih terasa kram.

Iseng2 buka file2 lama di komputer, nemu satu file yang entah bersumber dari mana…entah download….entah dapat dari temen…

Liat judulnya “Kisah Sang Katak”…..weeiiss langsung tertarik. Berhubung diriku ini penggemar keroppi. Makhluk hijau bulat bulat lucu yang berjenis kodok itu, maka tentulah melihat judul itu langsung penasaran liat isi filenya. Apakah ini kisah ttg keroppi” mmm ga mungkin….karena ini file ella taruh di folder artikel islami…berarti ini file pasti isinya tentang kisah yang bermakna. Eh ternyata bener..

-----------------------------------------

Ini dia Kisah Sang Katak :

Suatu hari seseorang yang ingin serba meneliti, ingin mencoba untuk merebus katak hidup-hidup. Dia pun pergi mencari katak di sawah kelihatannya di sawah adanya kodok deh. Setelah dapat, ia pun membawanya ke rumah. Di laboratoriumnya, ia merebus air hingga panas mendidih, lalu setelah agak lama, ia pun mengambil si katak dan memasukkannya di dalam air yang panas tadi. Karena terkejut, si katak kontan saja meloncat dari dalam panci, sehingga selamatlah si katak. Si peneliti pun kelabakan. Dia pun mencoba katak lain, namun semuanya bereaksi sama, yakni meloncat dari dalam panci.

Dia yang kebingungan pun mencoba bertanya kesana-sini. Dia pun terus memikirkan. Hingga suatu ketika dia menemukan cara untuk merebus katak itu hidup-hidup. Tidak seperti yang sebelumnya, kali ini ia meletakkan katak di dalam panci,dengan air yang dingin biasa, sehingga katak tersebut merasa nyaman di dalam panci. Lalu ia pun menyalakan api. Si katak yang ada di dalam pada mulanya merasa keenakan, tapi lama kelamaan ia mulai merasa lain. "Aduh kok enak ya... Aduh, tapi lama kelamaan mulai hangat nih.... Aduh, kok makin lama makin panas ya..??" Ketika si katak benar-benar mulai kepanasan, ia ingin keluar. Dan ia berusaha meloncat, sayangnya hal itu sudah terlambat. Tubuhnya sudah melemah seiring bertambahnya suhu air tersebut. Sehingga akhirnya sang katak pun mati.

Saudaraku, sadarkah kita bahwa Kita lah sebenarnya katak tersebut. Kita tentu akan meloncat jika disodori sebuah maksiat secara terang-terangan. Namun kita lihat, bahwa dalam 20 tahun terakhir, sebuah media, mampu mengantar bangsa ini secara perlahan-lahan, sehingga kita melihat secara bebas para wanita yang berpakaian ketat, adegan peluk cium bukan muhrim, dll. Kita juga yang diantar secara perlahan-lahan sehingga ada banyak orang yang menganggap hukum Allah sudah tidak layak lagi untuk masa kini. Yang menganggap Islam adalah teroris. Saudaraku, Inilah Perang Pemikiran. Sebuah perang Nyata yang tak terlihat oleh mata. Dan kita pun harus melawannya dengan perlawanan yang nyata pula. Saudaraku, bangkitlah. Kita masih sedang direbus, karena kematian kita adalah saat kita sudah meninggalkan Islam ini. Meloncatlah selagi bisa, dan buatlah agar si perebus tadi merasakan bagaimana panasnya air tersebut.

-----------------------------------------

Ya….abis baca file itu…ella merenung….mmmm bener juga ya…

Bahkan ella sendiri pun merasa saat ini ella merupakan bagian dari katak-katak yang sedang direbus perlahan itu (ini ga ada kaitannya dengan kesukaan ella ma makhluk itu yaaa he he he). Ya, ella terlena dengan kegiatan duniawi, bahkan akhir2 ini lebih parah lagi dan itu membuat ella merasa kosong. it’s so empty….

Ella terlalu asyik dengan hal-hal yang nantinya malah membuat ella mati….mati hati… Ya Allah jangan sampai diriku ini sampai mati hatinya. Sehingga diriku ini ga dapat lagi mengenalMu, ga mau lagi mendengar hal-hal tentangMU, membuatku jauh dariMu….

Ella ga mau mati konyol seperti kodok itu….ga mau….

YES…..IT’S TIME TO………..

IT’S TIME TO JUMP….IT’S TIME TO RUNAWAY.…IT’S TIME TO CHANGE…

*And it’s time to sleep…udah malam nih….besok musti kerja dan posting ni tulisan dikantor (maklum PC di rumah tidak terhubung dengan internet hiks)…… wuuahhh ngantuuuukkkk

Kamis, September 25, 2008

Mohon Maaf Lahir Batin

Kepada semuanya...ella mau minta maaf atas segala kesalahan yang telah ella perbuat...baik lisan, tulisan, tindakan, pikiran.....baik disengaja maupun tidak disengaja

Maaf ya.........ella hanya manusia yang tentu tidak pernah lepas dari segala kesalahan. Tapi ella berharap dari segala kesalahan dan khilaf itu kita semua bisa lebih dewasa, memetik hikmahnya dan bisa mengikatkan tali silahturami....

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI......moga kita bisa kembali fitri dihari yang penuh rahmatNYA ini.....dan semoga kita semua bisa kembali menikmati bulan Ramadhan dan lebaran tahun berikutnya

Selamat Liburan ya

Rabu, September 10, 2008

Neraka

COBA DEH LIAT GAMBAR DIBAWAH INI........ MAMPU GA HIDUP DI SITU?
ASAL TAU AJA...NERAKA JAUUHHH LEBIH PANAS DIBANDINGKAN INI LOH.....
SO......WHAT YOU WANNA DO???

Senin, September 08, 2008

Kucing Buta

Penulis : Oliveoile

KotaSantri.com : Diceritakan, bahwa Ibn Absyadz, pada suatu hari sedang makan bersama orang-orang di sebuah serambi Masjid di Mesir. Tiba-tiba seekor kucing mendekati mereka dan mereka melempar sepotong daging untuk kucing itu. Si kucing menggigit daging itu dengan mulutnya dan menghilang dari hadapan mereka. Namun kemudian kucing itu kembali lagi. Mereka pun memberinya makanan dan kucing itu membawa makanan itu pergi, tapi masih saja kembali lagi.

Kejadian itu terulang berkali-kali, sehingga orang-orang yang sedang makan menjadi heran. Mereka pikir makanan sebanyak itu tidak mungkin dimakan kucing itu sendiri. Timbul rasa penasaran pada diri mereka, sehingga mereka membuntuti kucing itu ke mana ia pergi. Ternyata, kucing itu membawa makanan itu naik ke atas tembok masjid, kemudian ia turun ke sebuah lorong di antara reruntuhan tembok. Dalam lorong itu terdapat seekor kucing buta.

Mereka kagum melihat pemandangan itu. Karena itu, Absyadz berkata, "Bila terhadap hewan yang bisu ini Allah menundukkan kucing lain untuk mencukupi kebutuhan dan memberinya rizki, maka (sudah barang pasti) Allah tidak akan menelantarkan manusia sepertiku."

"Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi, melainkan Allah-lah yang memberi rizkinya." (QS. Hud : 6).

Jumat, Agustus 08, 2008

Sepenggal Kisah Luar Biasa dari Penduduk Ghaza


Suara dentuman dahsyat itu terjadi hampir setiap 10 menit. Ia panik luar biasa, berlari mencari tempat berlindung. Sementara ledakan demi ledakan yang memekakkan telinga dan menggetarkan jantung terus terjadi, ia justru melihat darah bersimbah tumpah di jalan-jalan. Rentetan bunyi senjata bersahutan di antara dentuman yang tak juga berhenti. Ia berusaha menenangkan diri, bahwa keadaan dirinya akan selamat, dan ia akan baik-baik saja. Do'a di antara ketakutan tak putus diucapkan, meminta kepada Allah Yang Mahakuasa, agar diselamatkan dari ancaman kematian yang sedang mengancam.

Itu sepintas kengerian yang terjadi di tanah Ghaza, Palestina. Peristiwa itulah yang dialami penduduk Muslim Ghaza saat melewati hari-hari pembantaian oleh pasukan Zionis Israel yang tanpa ampun menggempur mereka melalui udara dan darat. Ungkapan itu disampaikan oleh seorang pria bernama Abu Hani, salah seorang tim medis di Palestina yang kebetulan selamat dari lubang kematian di Ghaza ketika itu. Ia kemudian menuturkan banyak hal tentang pengalamannya yang sulit dilupakan, saat harus berada di antara dentuman roket dan suara peluru senjata. Abu Hani, adalah petugas medis, ia juga menjadi target pembunuhan keji pasukan Israel, seperti juga dialami rekan-rekannya sesama tim medis di Ghaza.

"Saya meminta kepada Allah agar Anda tidak pernah mengalami apa yang saya alami dalam penderitaan dan krisis seperti ini. Apa yang kami alami seperti tidak bisa diterima oleh akal. Tapi insya Allah krisis ini akan berakhir nantinya. Saya tidak ingin ada orang yang mengalami apa yang saya rasakan. Saya minta kepada Allah agar kalian tidak bersama kami. Kami akan menang di negeri ini dan juga di seluruh Negara umat Islam." Itu perkataan Abu Hani saat seorang wartawan mendekatinya dan berupaya mengutip kisahnya saat melewati fase operasi militer Israel yang tak berprikemanusiaan di Ghaza.

Abu Hani menceritakan kejadian dalam dua puluh empat jam yang sangat menegangkan itu. Ia bercerita, "Saya diminta untuk datang ke rumah saudara syahid Thal'at. Saya sampai di rumah itu, dan saya melihat jenazah Thal'at berada di atas atap rumah sejak ia gugur. Hampir seluruh tubuhnya berwarna merah darah yang sudah nyaris hampir kering. Jenazahnya memang hampir sulit diturunkan. Tak satu pun orang, termasuk keluarganya, berani menuruninya karena bisa saja hal itu memancing kedatangan pasukan udara Israel yang siap membombardir mereka kembali. Menurut sebagian keluarganya yang masih hidup, Thal'at sempat bertahan hidup selama sekitar 15 jam setelah ledakan roket menghancurkan rumah dan melempar tubuhnya ke atas.

Yang mengharukan adalah, saat jenazah Thal'at berhasil diturunkan. Orangtua Thal'at berkata, "Biarkan aku melakukan perpisahan dengan anakku." Orang-orang mengira ia akan menangis dan berteriak sedih saat mendekati putranya. Tapi ternyata tidak. Orangtua Thal'at justru mendekat dan memandang anaknya sambil mengatakan, "Aku titipkan engkau kepada Allah. Kita akan berjumpa di surga dengan izin Allah. Insya Allah, anakku, Allah akan memudahkanmu." Tak lama kemudian ibunda dari Thal'at juga datang dan mengatakan, "Anakku, engkau meminta surga. Insya Allah kita akan bertemu di sana. Allah akan memudahkanmu." Itulah sepenggal cerita tentang keluarga seorang pemuda Thal'at.

Abu Hani lebih lanjut bercerita tentang pemandangan yang begitu menyakitkan, "Saya menyaksikan lima orang anak-anak dari satu keluarga yang seluruhnya meninggal akibat roket Israel yang menghantam rumah mereka. Di antara anak-anak itu, ada yang terpotong tangannya, kakinya. Sebelum syahid menjemputnya, anak-anak itu bergumam, "Syahiid.. Syahiid.."." Hingga akhirnya mereka menghembuskan nafasnya yang terakhir di depan mata Abu Hani yang ingin mengobatinya.

Abu Hani juga bercerita tentang pengalamannya yang lain. Ia mengatakan, "Saya dipanggil untuk menolong anggota keluarga dari sebuah rumah milik Abu Jarhum. Saat saya memasuki rumah itu, ada empat orang anak perempuan kecil-kecil. Yang paling besar belum lebih dari lima tahun usianya. Mereka semua dalam kondisi luka parah. Saya membawa mereka semuanya ke rumah sakit. Alhamdulillah kini kondisi mereka sudah membaik." Abu Hani tampak berat mengungkapkan kepedihan ini dan mengatakan, "Apa yang akan Anda lakukan bila Anda melihat dua orang kakak beradik yang terkena roket saat sedang membuat roti. Saat meninggal, salah satu dari keduanya sedang dalam posisi ingin meletakkan tepung untuk dimasukkan ke dalam tungku."

Abu Hani terus melanjutkan kisah-kisahnya yang mendebarkan sekaligus seperti mengiris-iris hati dengan sembilu. Ia mengatakan, "Saya berangkat untuk menolong seorang perempuan. Awalnya, perempuan itu berdiri di dekat jendela. Tapi tiba-tiba sebuah roket jatuh dan menyebabkan kaki saudara laki-lakinya terputus. Sementara ia sendiri mengalami luka parah karena roket itu. Sebelum akhirnya meninggal, ia mungkin merasa saya ada di lokasi itu dan siap untuk menolongnya. Ia mengumpulkan segenap tenaganya yang tersisa dan berusaha memperbaiki kerudungnya yang agak tersingkap. Matanya, menatap lirih ke ibundanya yang juga mendampingi saya saat itu, seolah meminta agar auratnya tetap terjaga dan tidak terlihat olehku."

Abu Hani melanjutkan bagaimana aktifitasnya sebagai tenaga medis mendatangi berbagai perkampungan di Ghaza, termasuk Jabaliya. Di tempat itu, ia bertemu dengan seorang pemuda yang gugur, bernama Izzuddin. Pemuda itu semula sedang duduk beristirahat di bawah pohon saat roket Israel menghantamnya, hingga tubuhnya terbelah dua. Tapi saat menjelang meninggal, ia sempat mengangkat telunjuknya dan mengucapkan syahadat.

Kisah lainnya juga disampaikan Abu Hani saat ia membawa seorang pemuda bernama Muhammad ke rumah sakit. Tubuh Muhammad nyaris penuh oleh luka. Ada sekitar 50 luka sobekan parah di jasad Muhammad yang harus segera diobati. "Tak ada bagian tubuhnya yang bergerak kecuali jantungnya yang masih berdegup dan mulutnya yang terus menerus berdzikir kepada Allah. Para dokter yang ingin menolongnya sangat kagum dengan kondisi Muhammad. Tapi setelah dua jam dirawat, Muhammad tak tertolong lagi. Di penghujung nafasnya, ia melafadzkan dua kalimat syahadat dan membaca surat Al-Fatihah, lalu kemudian meninggal."

Ini sebagian kecil dari pemandangan luar biasa yang terjadi di Ghaza, saat Israel menghantam wilayah itu selama hampir satu pekan. Kecaman demi kecaman memang muncul dari sejumlah negara. Tapi lagi-lagi, tak satu pun yang kemudian bisa berbuat lebih banyak untuk menindak kekejaman Israel yang tak terperi itu. Allah SWT pasti menyertaimu, wahai penduduk Ghaza yang terdzalimi.

Palestine Information Centre

Sumber : www.kotasantri.com

Senin, April 21, 2008

SIKSA KUBUR - TANDA KEBESARAN ALLAH SWT

ella dapet e-mail dari temen...isinya bisa bikin kita makin sadar akan Kekuataan Allah SWT. Ya Allah Ampunilah dosa2 ku ini dan kedua orang tuaku...aamiin

ini nih isinya :



On this photo a 18-year old young man who died in one of hospitals of Oman. Di photo ini adalah seorang pemuda berusia 18 tahun yang meninggal di salah satu rumah sakit di oman. The corpse of the boy has been dug out from a tomb in 3 hours after his funeral under the insisting of his father.Mayat pemuda tersebut digali kembali dari kuburnya setelah 3 jam di makamkan yang di saksikan oleh ayahnya. The boy died in hospital and has been buried under the Islamic law and on the same day after obligatory ablution of the body.Pemuda tersebut meninggal dirumah sakit dan setelah di mandikan di makamkan secara islam di hari itu juga . However after funeral the father has doubted of the diagnosis of doctors and wanted to identify the true reason of his death. Tetapi setelah [Sardi] A pemakaman ayahnya merasa ragu atas diagnosa dokter dan menginginkan untuk di identifikasi kebenaran penyebab kematianya.


Relatives and his friends shocked when they saw the corpse.Seluruh kerabat dan teman - temannya begitu terkejut saat mereka melihat kondisi mayat. He was completely different within 3 hours. Mayat tsb begitu berbeda dalam 3 jam. He turned grey as the very old man, dia berubah tampak ke abu - abuan seperti orang yang sudah tua.
with traces of obvious tortures and the most severe beating, Dengan tampak jelas bekas siksaan dan pukulan yang amat keras and with the broken bones of hands and legs, with the edges broken a, nd pressed into a body. dan dengan tulang - tulang kaki dan tangan yang hancur begitu juga ujung ujungnya sehingga menekan kebadanya.

All His body and face were full of bruise. Seluruh badan dan mukanya memar
. The open eyes-showed hopeless fear and pain.Matanya yang terbuka memerlihatkan ketakutan, kesakitan dan keputusasaan. The blood obviously attributes that the boy has been subjected to the most severe torture. Darah yang begitu jelas menandakan bahwa pemuda tersebut sedang mendapatkan siksaan yang amat berat.

Close relatives of the dead man have addressed to Islamic scientists who have unequivocally declared that it is available results of tomb torture which the Allah (s.w.t) and in the Hadis of Prophet Muhammad (s.a.w) have warned. Sebagai penutup dari orang yang meninggal tersebut semuanya di tujukan kepada Ilmu pengetahuan tentang Islam yang mana tidak dapat dipungkiri lagi keterngananya bahwa siksa kubur itu benar adanya seperti yang di peringatkan oleh ALLAH SWT dan Nabi Muhammad S.A.W.

The shocked father of the boy has admitted that his son was spoilt, did not do Solat, and had a carefree way of life, having involved in different sins.


Each died person comes across tests in the tomb for exception Shahids who died in Jihad on the way of Allah. This is first terrible test which the person comes across before the Doomsday.

In Hadis of Prophet Muhammad (s.a.w):

- After the death the spirit of died person will return to a body then two Angels will come, Munkar and Nakir, and will ask: "Who is your Lord?" he will answer: "my Lord - Allah ". Then they will ask: "What is your religion?" he will answer: "My religion - Islam". Then they will ask him: "Who that person who has been sent to you?" he will answer: "He is the Prophet of Allah ". Then they will ask him: "How do you know?" He will answer: "I read the Book of Allah and trusted Him.

And then from heavens the voice will come: " My Slave has told the truth, lay it to bed from Paradise and open the Gate of Paradise " - then it will be full of pleasure and he begins to feel paradise pleasure, and his tomb becomes spacious, that eyes can reach.

The Prophet of Allah Muhammad (s.a.w) said about the sinners. After the death the spirit of died person will return to the body then two Angels will come and ask, "Who is your Lord?" he will answer: "I do not know". Then they will ask: " Who that person who has been sent to you?" he again will answer: I "do not know" - and then from the sky the voice will come: "he told a lie, Put him into a box from fire and open before it the Gate of a hell! "-then it will be captured with heat of the hell, and his tomb becomes narrow and the edges will be compressed.

In Hadis it is also said, that Angels will severely beat the sinners during interrogation in the tomb and this torture will be awful. It is informed also, that our Messenger (s.a.w) supplicated to Allah to protect Him from tortures of a tomb and asked other people to do so.

The history of 18-year old young men is a sign for believers and this is only next fairy tale for whom hearts are sealed by Allah. They look and do not see, listen and do not hear?

This story was translated from other language into English. That s why I apologize in advance for mistakes.

Jumat, Maret 28, 2008

Harun Yahya

Setelah sekian lama ella denger ttg Harun Yahya, baru kali ella baca riwayat hidup..
sumpah menginspirasi bangeet...... coba deh baca ini

Bekerjalah untuk Allah

Penulis : Abu Luthfi Ar-Rasyid

KotaSantri.com : Suatu ketika, ada seorang lelaki yang amat miskin. Dia bawa sekop dan kapak menuju ke suatu pasar untuk mencari kerja. Sedemikian miskinnya, sampai tidak ada apa pun di rumahnya. Dia duduk di pasar, menunggu seseorang datang untuk memberi pekerjaan. Dia menunggu dan menunggu. Tak seorang pun memanggilnya sampai dia putus harapan dan berjalan menuju sebuah masjid ketika hari sudah sore. Katanya, "Jika tak seorang pun memberi pekerjaan padaku hari ini, aku akan bekerja untukMu, ya Allah."

Ketika dia pulang ke rumah, istrinya bertanya, "Suamiku, apakah engkau membawa sesuatu untuk anak kita?" Dia pun menjawab, "Hmm... Aku baru saja bekerja pada Majikan yang kaya raya dan Dia menyuruhku datang kembali besok karena masih banyak pekerjaan untuk diselesaikan."

Mereka amat sabar dan menyuruh anak-anaknya tidur walaupun tanpa diberi makanan. Mereka mampu menjalani kesulitan itu.

Keesokan harinya, laki-laki itu pergi lagi ke pasar, namun tetap tak seorang pun menawarinya bekerja sampai menjelang sore. Dia ambil wudhu dan kembali masuk ke masjid untuk shalat. Setelah shalat, dia berkata, "Ya Tuhanku, tak seorang pun menawariku bekerja, maka aku di sini demi Engkau saja."

Ketika pulang ke rumah, istrinya sangat berharap suaminya membawa makanan, namun dia mengatakan hal yang sama bahwa keesokan hari majikan masih memanggilnya bekerja.

Pada hari ketiga saat orang itu pergi ke pasar, hal yang sama terulang kembali. Di masjid dia berdo'a, "Ya Tuhanku, tak ada yang memberiku pekerjaan. Aku datang padaMu, maka terimalah pekerjaanku!" Lalu dia bungkus garam pada sapu tangannya agar dikira pulang membawa hasil.

Saat memasuki rumah, dilihatnya anak dan istrinya sedang bergembira menyambutnya. Dia sembunyikan buntalan sapu tangan itu di belakang pintu dan bertanya apa gerangan yang terjadi karena dia mencium bau masakan yang harum.

"Suamiku, begitu engkau pergi, seseorang datang dan mengetuk pintu. Dia mengantarkan piring yang tertutup yang isinya adalah makanan dan masih ada hadiah-hadiah lain, semuanya terbuat dari emas. Dia katakan ini adalah pembayaran dari hasil kerjamu. Aku hanya mengambil satu koin emas, dengan koin itu seekor keledai dapat membawa seluruh barang-barang kebutuhan yang aku beli dari pasar."

Laki-laki itu bersyukur pada Allah. Lalu istrinya bertanya, "Apa yang tadi engkau bawa?" Karena ingin sekali melihatnya, diambilnya buntalan garam itu, namun buntalan itu menjadi berat, ketika dibuka ternyata isinya penuh dengan emas.

-------------------
yakinlah padaNYA.....ikhtiar alias usaha terus n doa adalah caranya bertahan hidup demi menuju ridhoNYA...rezeki ga akan kemana2 deh

Rabu, Maret 26, 2008

Siapa Berdo'a untuk Saya?

Penulis : Bayu Gawtama

Dalam sebuah kajian, seorang ibu bertanya, "Sudah duabelas tahun saya menikah, tapi belum dikaruniai anak. Kalau sampai ajal menjemput nanti saya belum juga mendapatkan anak, siapa yang akan mendo'akan saya di kuburan?"

Semua mata tertegun, terharu, dan juga sedikit bingung memberikan jawaban atas pertanyaan itu. Beberapa ibu bahkan menitikkan air mata, bisa dirasakan harapan terdalam dari ibu yang bertanya itu. Sebab bagi siapa pun wanita di muka bumi ini, memiliki buah hati dari rahimnya sendiri adalah mimpi terindah, harapan terbesar, dan cita-cita tertinggi di sepanjang perjalanan hidupnya.

Namun pertanyaan itu begitu menghentak, betapa setiap orang beriman akan mendapatkan beragam ujian. Salah satunya berkenaan dengan amanah berupa anak. Bagi yang diberi amanah, tetaplah sebuah ujian agar menjaga amanah tersebut sebaik-baiknya. Ibarat seseorang yang menitipkan suatu barang berharga kepada orang lain yang dipercayainya, ia berharap barang tersebut dijaga, dipelihara sebaik mungkin, hingga pada satu saat barang itu harus dikembalikan, tetap dalam keadaan baik.

Bahkan mungkin ketika barang itu belum waktunya diambil pun, si penitip yang melihat orang yang dipercaya itu mampu menjaga amanah dengan baik, maka ia tak akan sungkan menitipkan barang lainnya. Ada dua motivasi yang muncul ketika titipan kedua diberikan, apakah memang ia telah menjaga dengan baik titipan pertamanya, atau, titipan kedua sebagai ujian agar ia mampu berbuat lebih baik lagi.

Begitu pula dengan mereka yang belum diberi kesempatan. Bukan semata karena ia belum layak mendapat amanah, juga bukan karena mereka yang diberi momongan itu lebih baik kualitas diri dan kehidupannya. Ini semua menjadi rahasia Allah, sedangkan sebagai hamba, kita hanya bisa berdo'a agar Allah kelak memberikan kesempatan itu meski hanya sekali.

Banyak kita jumpai, sepasang suami isteri yang shalih, taat beribadah, berkecukupan, dengan latar belakang pendidikan yang sangat menunjang, namun belum dikaruniai seorang anak. Berbagai upaya sudah dilakukan, dan tak henti berusaha lantaran tak ada sedikit pun masalah medis dalam diri suami isteri tersebut. Jika demikian, do'a dan terus bersyukur atas segala rezeki yang telah diterimanya bisa membuat Allah tersenyum dan berkenan menambahkan rezeki lainnya. Tentu saja Allah tahu persis apa yang paling diinginkan setiap hamba, meski tak satu pun hamba yang boleh mendikte keinginan Allah.

Kembali ke pertanyaan di atas, "Siapa yang akan berdo'a untuk saya sesudah saya mati?" Adalah pertanyaan dari hati terdalam seorang ibu yang memendam kerinduan teramat dalam akan hadirnya si buah hati. Makna tertinggi dari harapan sepasang manusia, bukan sekadar bisa menimang dan mengaliri kasih sayang melalui peluk kasih dan sentuhan lembut jemari sang ibu. Tak hanya sebentuk rindu menyanyikan lagu 'nina bobo' atau senandung shalawat ketika buah hatinya terlelap dalam belaiannya. Lebih, jelas lebih dari itu. Ia telah menyiapkan segala sesuatunya agar kelak anak-anak yang tumbuh dan keluar dari rahimnya, adalah anak-anak yang memahami betul peran dan multi tanggungjawabnya; kepada Tuhannya, kepada orangtuanya, juga kepada lingkungannya.

Hiburan berupa jawaban, "Meski tidak dikaruniai anak, ibu kan masih punya dua hal lainnya; ilmu yang bermanfaat dan amal shalih," hanya berlaku sesaat. Ketika ia merasa sendiri di rumah, saat suaminya mencari nafkah, suara tangis dan kelakar riang anak-anak akan mengisi hari-hari sepinya.

Siapa wanita yang tak menitikkan air mata kala mengetahui segumpal darah berbentuk janin dititipkan di rahimnya? Air matanya sejernih cintanya, bulir airnya menggugurkan kerinduan teramat dalam di sepanjang hidupnya. Saya berdo'a untuk semua saudara yang masih menggenggam rindu ini.

ini artikel ella baca di eramuslim.com dan di kotasantri.com. pas baca artikelnya, sumpah langsung nusuk ke hati. walaupun ella skrg blm married, tapi sebagai seorang perempuan salah satu yang paling diidamkan adalah menjadi seorang ibu. sudah lengkap rasanya menjadi perempuan jika usah melahirkan dari rahim sendiri. terus terang salah satu hal yang bikin ella worry banget adalah tidak bisa punya anak. walaupun mungkin lingkungan mentolerir hal itu, tapi tetep aja akan menjadi beban diri kita sebagai perempuan.

tapi.....

qt sebagai umat beragama yang percaya dengan Allah SWT, tentu kita musti berbaik sangka padaNYA dan selalu percaya bahwa hanya Dia-lah yang lebih TAHU dan MENGERTI qt. apapun yang sudah menjadi ketetapanNYA, yakinlah itu semua pasti yang terbaik buat qt dan ada hikmahnya.

semoga..... qt semua keep istiqomah dan selalu ikhlas dan mensyukuri segala hal.....aamiin

Rabu, Maret 19, 2008

Fear Allah, do you?


Pas liat gambar ini, ella jadi takut n malu sendiri...kadang2 kita lebih takut pada hal2 duniawi...seperti takut miskin, takut ma orang gila (ini mah ella ya yang takut he he he). padahal dibalik semua itu, kekuatan yang paling besar yang seharusnya kita takuti dan tunduk adalah Allah SWT.
tapi entah kenapa orang - termasuk ella :) jarang menyadari hal itu. saat kita lagi butuh aja baru deh inget Allah SWT. padahal seharusnya disetiap waktu, setiap tempat kita musti kudu wajib ingat padaNYA.
kalo dipikir2 Allah tuh sayang bangeet ma kita....tapi kok kita malah sering melupakanNYA dan sering berprasangka buruk padaNYa.

Ayoo mari tanamkan rasa takut n sayang pada Allah SWT, dengan adanya rasa takut pada Allah SWT, insyaAllah akan membuat kita lebih mawas diri dalam bertindak. jangan sampai melanggar aturanNYA. dan dengan rasa sayang membuat kita selalu mensyukuri nikmatnya

moga kita semua dapat menjadi HambaNYA yang lebih baik lagi...Aamiin